Persoalan Debu di Jalan Osom Tompok Ditangani Bersama, Akses Kendaraan Kembali Normal
Puruk Cahu, wartadayak.com— Persoalan debu yang muncul di ruas jalan Desa Osom Tompok, Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, mendapat perhatian dan penanganan dari berbagai pihak.
Koordinasi antara masyarakat, pemerintah desa, perusahaan, Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), serta aparat keamanan terus dilakukan untuk mencari langkah terbaik dalam mengurangi dampak debu selama musim kemarau.
Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama awak media di kawasan Postaman Kota, Jumat (28/8/2026).
Penanganan persoalan debu tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Murung Raya melalui Wakil Bupati Murung Raya pada 24 Agustus 2026.
Kondisi jalan yang kering akibat musim kemarau menjadi salah satu faktor meningkatnya debu, ditambah aktivitas kendaraan yang cukup tinggi di ruas jalan tersebut.
Karena itu, penanganan diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan dilakukan secara bersama-sama dengan memperkuat komunikasi dan koordinasi di lapangan.
Dari pihak BUJP, Iman menyampaikan bahwa persoalan debu menjadi perhatian bersama.
Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa dan pihak terkait guna mendukung upaya penanganan. Menurutnya, kondisi kemarau menjadi tantangan tersendiri karena jalan yang telah disiram dapat kembali cepat kering ketika cuaca panas dan aktivitas kendaraan meningkat.
Sementara itu, pihak PT HRS melalui Rehan menyampaikan bahwa perusahaan telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Desa Hamparan dalam pelaksanaan penyiraman jalan, khususnya pada ruas yang digunakan sebagai jalur lintasan kendaraan operasional perusahaan.
Penyiraman dilakukan sebagai salah satu upaya untuk membantu mengurangi dampak debu dan menjaga kenyamanan masyarakat di sekitar jalur aktivitas.
“Penyiraman jalan terus dilakukan. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait agar penanganan debu dapat berjalan lebih maksimal,” ujar Rehan.
Polisi Dorong Penyelesaian Melalui Koordinasi
Dalam penanganan persoalan di lapangan, personel Dit Pam Obvit Polda Kalimantan Tengah turut melakukan pengamanan sekaligus membantu menjaga komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat.
Pihak Pam Obvit menyampaikan bahwa kehadiran aparat pada prinsipnya untuk membantu menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta mendorong penyelesaian persoalan melalui komunikasi dan musyawarah.
Seluruh pihak diharapkan mengedepankan komunikasi yang baik apabila terdapat persoalan di lapangan. Dengan komunikasi terbuka, berbagai keluhan masyarakat dapat disampaikan dan ditindaklanjuti bersama sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Terkait video yang sempat beredar di media sosial, masyarakat juga diimbau agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan rekaman. Persoalan di lapangan diharapkan dapat dilihat secara utuh dengan mempertimbangkan proses komunikasi dan penanganan yang telah dilakukan oleh pihak-pihak terkait.
Akses Jalan Kembali Dibuka
Sebelumnya, sempat terjadi penutupan akses jalan menggunakan portal yang menyebabkan sejumlah kendaraan operasional tertahan.
Setelah dilakukan komunikasi dan koordinasi antara pihak-pihak terkait, akses jalan tersebut akhirnya kembali dibuka.
Lebih dari 20 unit kendaraan operasional yang sebelumnya tertahan kemudian dapat kembali melintas. Aktivitas kendaraan di jalur tersebut secara bertahap kembali berjalan normal.
Pihak terkait juga mengingatkan pentingnya menjaga akses jalan agar tetap dapat digunakan secara aman dan tertib. Seluruh pihak yang menggunakan akses tersebut diharapkan turut memperhatikan kondisi jalan dan berperan dalam mengurangi dampak debu, termasuk melalui penyiraman pada ruas jalan yang dilalui apabila diperlukan.
Kondisi kemarau membuat jalan lebih cepat kering sehingga debu mudah kembali muncul, terutama ketika aktivitas kendaraan meningkat. Karena itu, pengendalian debu diharapkan menjadi bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama.
Posting Komentar